Permasalahan Tempat Parkir RSUD Margono..

Khusus hari ini gw mau mengangkat topik yang satu ini ke blog gw sendiri… Berharap ada pihak yang membacanya dan membawa perubahan terhadap peraturan baru yang gw bilang cukup konyol ini..

Peraturan yang konyol ini yaitu melarang koas yang membawa kendaraan roda empat untuk parkir di RSUD Margono…

Untuk yang masih bertanya “so what?”,, biar gw jelasin dulu masalahnya seperti apa dari sudut pandang koas…

Koas di RSUD Margono adalah orang yang kerjaannya followup pasien pada pagi hari dan jaga di rumah sakit setiap hari… Jadi pada intinya koas tuh harus bolak-balik rumah sakit demi menunaikan kewajiban koas.. #tsaahh..

Dengan mobilitas koas yang tinggi seperti itu, tentu saja para koas butuh tempat parkir untuk kendaraannya… Dan apabila koas tidak boleh parkir di RSUD Margono, apa jadinya??

Nah intinya itu lah permasalahan yang mesti dihadapi para koas RSUD Margono… Mungkin kalo posisi rumah sakit dekat dengan gedung-gedung yang memiliki basement seperti di Jakarta, maka tidak sulit jika dihadapkan pada situasi saat ini… Karena tinggal parkir saja di gedung terdekat, dan dilanjutkan dengan jalan kaki.. Tapi pada kenyataannya, posisi RSUD Margono dikelilingi rumah penduduk dengan jalan sempit serta warung-warung kecil disekitarnya… Jadi tentu saja situasi ini tidak bisa dianggap mudah…

Nah sekarang jika dilihat dari sudut pandang rumah sakit, mereka enggan melihat koas memenuhi tempat parkir roda empat di rumah sakit karena dianggap mengganggu pelayanan operasional rumah sakit.. Jujur saja, memang tempat parkir RSUD Margono terbilang cukup sempit.. Oleh sebab itu, mereka melarang koas yang membawa mobil untuk parkir di rumah sakit…

Disini saya hanya mencoba berpendapat jalan tengah yang semestinya bisa menjadi pertimbangan pihak rumah sakit dan kampus…

Opsi pertama adalah seharusnya peraturan ini berlaku mulai dari jam 07.00-14.00… Kenapa??

Karena memang pada jam itu, tempat parkir RSUD Margono sedang berada dalam kondisi “peak”… Jadi gw juga bisa ngerti klo memang tempat parkir sangat dibutuhkan saat jam-jam tersebut…

Tapi yang disayangkan adalah mereka memberlakukan peraturan ini selama SEHARIAN PENUH…

Bayangkan saja jika koas yang jaga malam tidak boleh parkir di dalam rumah sakit… Apa koas mesti parkir di luar berjejer sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto?? Apa koas harus punya motor semuanya?? Atau mungkin koas harus berjalan kaki malam-malam dari rumahnya masing-masing yang entah seberapa jauhnya??

Opsi kedua adalah apabila peraturan ini memang benar-benar harus diberlakukan 24 jam, maka pihak kampus seharusnya memberikan solusi dengan membuka gerbang penghubung antara kampus dan rumah sakit selama 24 jam disertai satpam di dekat gerbang tersebut untuk keamanan supaya hanya orang yang berkepentingan saja yang bisa keluar masuk dari gerbang penghubung tersebut..

Saat ini, di gerbang penghubung itu ada tulisan jika gerbang dibuka jam 06.00-18.00… Hal ini tentunya menyebabkan keresahan untuk koas yang sedang di sebuah stase dengan pasien berjubel… Contohnya saja seperti stase obsgyn yang menyumbang presentase cukup besar terhadap keramaian pasien RSUD Margono.. Koas obsgyn tentunya diharuskan followup pasien lebih pagi… Karena sebelum dokter spesialisnya datang, para koasnya sudah harus selesai followup pasien…

Jika followup dimulai jam 6 pagi, kemungkinan besar followup akan terasa seperti dikejar maling… Yang ujung-ujungnya nanti biasanya pemeriksaan TTV yang seharusnya adalah pemeriksaan Tanda-Tanda Vital berubah menjadi pemeriksaan “Tanda-Tanda Visual” karena dikejar waktu followup yang mepet…

Selain itu, jam tutup gerbang yang notabene jam 18.00 menyebabkan koas yang jaga siang dan malam tidak dapat menggunakan fasilitas gerbang itu.. Karena pergantian shift jaga siang dan malam adalah jam 22.00.. Jadi jika koas yang bertugas siang hari parkir di kampus, maka ia akan mengalami kesulitan ketika ingin pulang.. Sedangkan koas yang jaga malam, jelas sama sekali tidak dapat menggunakan gerbang penghubung tersebut…

Gw rasa 2 opsi tersebut harus dipikirkan sebagai jalan tengah demi keberlangsungan kehidupan koas yang memiliki mobilitas tinggi…

Karena pada kenyataannya, kondisi koas beroda empat di RSUD Margono saat ini sedang berada terjepit di tengah-tengah… Dimana koas “diusir” oleh rumah sakit, akan tetapi kampus pun tidak memberikan solusi untuk koas…

Mungkin ada yang berpendapat “kalo mampu beli mobil, kenapa tidak membeli motor saja??”

Kalo menurut gw, bukan masalah mampu atau tidak mampunya… Ada sebagian orang tua yang mengganggap jika menggunakan motor lebih berbahaya jika dibandingkan mobil.. Hal ini tentu beralasan karena memang angka kecelakaan sepeda motor sangatlah tinggi..

Selain itu, tidak semua koas bisa mengendarai sepeda motor… Ditambah lagi kondisi panas-hujan yang tidak menentu dan keharusan koas untuk selalu siap kapanpun berangkat ke rumah sakit menyebabkan mobilitas dengan roda empat dirasa cukup nyaman…

Sekian sedikit celotehan dari gw mengenai situasi yang sedang terjadi sekarang pada para koas RSUD Margono… Semoga para petinggi rumah sakit dan kampus yang bijaksana dapat menemui jalan tengahnya sesegera mungkin… Karena ini sangat meresahkan kehidupan para koas yang bisa dibilang jika rumah sakit adalah rumah keduanya…

UPDATE: Masalah sudah clear… dan kehidupan koas kembali tenteram…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s