Nokia Lumia 1020 review ~ “Nothing Else Comes Close”

WP_20141026_001

Seperti janji gw di postingan sebelumnya,, gw akan membeberkan all about Nokia Lumia 1020…

Nokia Lumia 1020 mengusung slogan “Nothing Else Comes Close”… apa artinya?? silahkan buka google translate.. gw takut salah ngartiinnya… wkwk.. langsung aja lah ke intinya..

Lumia 1020 adalah hape lanjutan dari proyek PureView 41MP nya Nokia… dahulu kala, Nokia sempat mengeluarkan Nokia 808 yang masih mengusung OS Symbian.. walaupun ber-OS-kan Symbian,, hape ini mampu menjadi booming disaat peluncurannya.. karena teknologi sensor 41MP nya yang pertama di smartphone… proyek PureView terobosan selanjutnya adalah Lumia 920.. hape pertama yang memiliki OIS (Optical Image Stabilization).. jujur aja, sebenernya bagus atau tidaknya kamera tuh bukan hanya sekedar masalah MegaPixel.. tapi dipengaruhi oleh banyak hal… oleh sebab itu, Nokia mem-branding kamera nya dengan “PureView Technology 41MP”.. ada berbagai racikan yang disisipkan Nokia untuk kamera PureView nya dan bukan sekedar memperbesar MegaPixel… untuk lebih lengkapnya, cari aja mengenai PureView Technology… nanti jadi melebar pokok bahasannya klo diceritain di postingan ini…

 

Kesan pertama Lumia 1020…..
Unibody design.. Body nya itu ramping.. polycarbonate katanya.. lumayan licin, tapi anti-fingerprint… jadi mesti hati-hati klo megang nya… takut lepas.. karena gw gak yakin nih hape tahan banting.. wkwkwk.. Hape nya gak bisa ditidurin dengan rata… karena agak tebal di bagian kamera nya… ya sudah lah ya… hahaha… masih terlihat tulisan “Nokia” di layar hape nya… suatu kebanggaan bagi gw, karena Nokia bakal diganti namanya dengan “Microsoft”.. jadi nanti gak akan ada lagi Nokia Lumia… yang ada bakal Microsoft Lumia… dan yang gw gak suka dari hape ini adalah MICRO-SIM!! gw bakal susah klo mau gonta-ganti nomor… azzz..

OS Lumia 1020….
Walau nih hape udah bukan barang baru disaat gw beli,, tapi masih dapet Windows Phone 8.1… semoga terus di update sampe 10 tahun kedepan.. *ngarep*… tapi untuk saat ini, sudah bagus lah.. gak ada masalah… untuk aplikasi Cortana sendiri, kita harus mengubah region settingnya jadi United States.. soalnya Cortana masih belum tersedia untuk hape region Indonesia.. penggantian ini nanti akan mempengaruhi Windows Store yang akan memajang aplikasi berbayar dengan mata uang dollar… selebihnya, tidak ada masalah sama sekali…

Display Lumia 1020…
Lumia 1020 mengusung teknologi PureMotion HD+ technology dan Clear Black Display… ntah apa lah itu.. ada penjelasannya di website nya… ribet klo dijelasin.. gw gak ngerti bahasa inggris sih.. wkwk.. intinya sih kayanya layar lebih bening walau ppi standar dan lebih mudah dilihat dibawah cahaya matahari… Touchscreen cukup responsif.. ada settingannya apakah mau normal sensitivity atau high sensitivity… gw rasa semuanya sama aja.. bisa gw sentuh dengan menggunakan sarung tangan… tapi ada beberapa kejadian pas gw masih di settingan high sensitivity… gw belum ngerasa menyentuh layarnya, tapi aplikasi udah kepilih… makanya langsung gw turunin jadi normal sensitivity.. biar gak ada kejadian lagi secara tidak sengaja menekan yang enggak-enggak… wkwkwk.. Display dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3.. tapi jangan percaya produk… tetep aja bakal lecet klo makenya asal-asalan.. Trus yang perlu diperhatikan adalah adanya “Mura Effect” atau “black shadow” pada AMOLED nya.. hal ini memang terdapat di hampir semua gadget yang menggunakan display AMOLED.. tenang saja.. gak akan mengganggu.. klo dirasa sangat mengganggu, silahkan return aja barangnya..

*EDIT:
akhirnya setelah bertapa dan menggunakan google translate,, gw ngerti apa itu PureMotion HD+ dan Clear Black Display… haha..

PureMotion sendiri adalah teknologi dari Nokia yang katanya mampu meningkatkan kecepatan rendering gambar ketika muter video…

HD+ adalah sebutan untuk ukuran resolusi display Nokia yang agak sedikit melebihi resolusi HD sebesar 7%.. jadi HD itu kan 1280×720 pixels,, sedangkan HD+ Nokia itu 1280×768 pixels…

Clear Black Display adalah teknologi dari Nokia yang meningkatkan ketajaman layar ketika digunakan dibawah sinar matahari… kan klo kita liat hape pas siang hari di luar ruangan tuh suka gak jelas layarnya,, nah dengan teknologi ini diharapkan mampu menambah kejelasan layarnya.. soalnya menurut mereka, teknologi ini tuh meminimalisir refleksi cahaya dan meningkatkan ketajaman warna hitam dari layar itu sendiri..

Sound Lumia 1020…
Speaker nya sih biasa-biasa aja menurut gw.. klo headphone settingnya sudah dilengkapi teknologi Dolby Headphone Enhancement.. tapi masalah suara itu sendiri sih tergantung preferensi pendengaran masing-masing orang… yang jelas equalizer bisa diatur sendiri… Selain output suara yang gw rasa udah lumayan,, input suara untuk perekaman video juga sudah mantap.. Dilengkapi dengan Dolby Digital Plus… jadi lebih stereo suaranya dalam perekaman video… tapi kembali lagi ke preferensi masing-masing… tiap telinga orang memiliki persepsi nya masing-masing terhadap gelombang suara…

*EDIT:
Baru-baru aja gw beli headphone Coloud Boom keluaran Zound industries yang produk nya tuh ada kerjasama sama Nokia.. cukup bisa dibilang bagus lah output suaranya.. walau hanya dengan harga 262rb rupiah (lagi diskon pas gw beli)… intinya tuh mendapatkan kualitas sebanding harga… memang konstruksinya terkesan mudah rusak.. tapi itu emang yang menjadi keinginan Zound industries.. untuk menekan biaya pembuatan, tapi tidak menurunkan kualitas suaranya.. jadi harga jual lebih terjangkau dengan kualitas yang bisa diandalkan.. Produk Coloud ini dilengkapi dengan 1 tombol serbaguna.. bisa buat ngangkat telpon, mulai nyetel lagu, fast forward 1 lagu, rewind 1 lagu… dan tombol ini juga compatible dengan sistem remote Lumia nya.. jadi klo mau mainin musik tanpa buka hape tuh bisa… cukup tekan dan tahan tombol mic nya, dan ngomong “Start music”… Coloud headphone ini juga memperkenalkan sistem “tangle-free” yang disebut sebagai Zound Lasso.. dengan flat cable dan bentuk ujung kabel yang sedemikian rupa, memungkinkan tuh kabel headphone gak belibet…

mungkin ada yang udah ngetes suara Lumia nya dengan headphone Nokia Purity keluaran Beats yang harganya kisaran 1,7jt-an?? pastinya lebih bagus lah ya… wkwkwk…

Camera Lumia 1020….
HAHAHAHAHA…. capek kalo jelasin fitur yang ini… Xenon Flash, LED Flash, Focus Assisting Light, Manual Focus, OIS, Shutter Speed, ISO, Exposure Value, White Balance, Face Detection, Bracketing, Viewfinder, large BSI sensor, different mode capture (4:3 & 16:9), 6-element ZEISS lens, 15cm macro focus, Wide lens Aperture F/2.2, Mechanical Shutter, Dual Capture DNG file, Motion Focus, Action Shot, Best Shot, Change Faces, Removing Moving Object, Cinemagraph, Panorama, Refocus, Reframe… masih ada yang kurang??? fitur kamera itu masih didukung dengan aplikasi exclusive Lumia seperti Lumia Creative Studio, Lumia Selfie, Lumia Storyteller dan masih banyak aplikasi third-party yang bisa dipake buat ngotak-ngatik picturenya… *gw aja gak pernah make semua fitur itu sekaligus..haha*

Dan yang pasti dengan megapixel yang sebesar 41MP, tentu dirasa percuma dengan sensor kamera yang secuil… yaaaakk!! ukuran sensor kamera di Lumia 1020 adalah 1:1,5 inch.. jangan dibandingkan dengan hape lainnya.. kaget nanti betapa gede nya.. hahaha… walaupun sedikit lebih kecil dari Nokia 808, tapi Lumia 1020 sudah mengusung BSI dibandingkan Nokia 808 yang masih FSI…

Harap diperhatikan supaya jangan kaget pas hape nya digoyang, bakal ada yang bunyi di dalemnya… itu bukan berarti ada yang rusak di dalemnya… Kata Nokia, itu adalah suara dari foto tanpa buram… wkwkwk… itu adalah suara optik yang dijalankan oleh kogel laher… Selain itu, ketika mengaktifkan kamera mungkin terdengar bunyi “cetak-cetok”… jangan khwatir.. itu adalah suara dari Mechanical Shutter nya yang terbuka ketika ingin menggunakan kamera… klo gak kebuka tuh shutter nya, justru yang perlu anda khawatirkan… hahaha…

Yang perlu digaris bawahi dari kamera 1020 adalah Xenon, Mechanical Shutter, dan OIS.. Kenapa??

Xenon~ berapa banyak kamera hape saat ini yg menggunakan Xenon?? Freezing action bukan menjadi sesuatu hal yang sulit dengan Lumia 1020… Semua itu terjawab dengan adanya Xenon Flash!! Fire at will…..!!

Mechanical Shutter~ berapa banyak kamera hape saat ini yang menggunakan Mechanical Shutter?? Tau fungsinya?? adanya shutter mekanis ini memungkinkan gambar yang lebih tajam.. Jadi ketika ingin mem-freeze action dengan Xenon, mechanical shutter ini saaaaangaaattttt berguna.. jadi yang gw baca tuh, ada perbedaan sepersekian detik waktu antara sensor kamera untuk berhenti menangkap gambar, ketika kita memencet tombol kamera… jadi gini prosesnya sepemahaman gw…

pencet tombol kamera > Xenon nyala > sensor kamera ngambil gambar > mechanical shutter tertutup > sensor kamera mati > proses hasil foto.. Jadi sensor kamera mati nya tuh setelah mechanical shutter tertutup.. jadi dengan pengunaan Xenon Flash itu, seluruh pixel kamera aktif membaca cahaya secara bersamaan untuk menangkap pancaran si Xenon yang hanya memancarkan sinar seperti kilat.. berbeda dengan LED yang pancarannya terus-terusan dan konstan…

Penjelasan lengkapnya gini:

“Keeping it simple, the main reason for fitting mechanical shutters is for use with xenon flash. Typically CMOS sensors read light across the sensor from left to right and top to bottom. The time each pixel is ‘read’ is the effective shutter speed. This is OK in most cases and OK with LED flash as the light is effectively constant/continuous. LED flash in most cases being the equivalent of turning on a torch before the exposure and turning it off after the exposure has been made, effectively increasing the amount of light in the scene more or less for the duration of the picture.

In the case of xenon, the flash fires a very short ‘pulse’ of light. This pulse can be as short as approximately 1/25,000 (hence why xenon can freeze high speed movement). With a typical CMOS sensor the time difference between the 1st pixel being ‘read’ and the last is greater than this time. The result would be some pixels would be correctly exposed whilst others would be dark or even potentially black. To overcome this, the pixels are effectively read all at the same time. But to achieve this all pixels are turned on, the shutter opens, the flash fires, the shutter closes and the pixels turned off. And that’s why typically mechanical shutters have been needed in products such as n8, n82, n808. In some cases some latest generation sensors can read all their pixels at very high speed (note: again don’t ask me to comment on speculation or rumour) allowing xenon to be used. In some cases e.g. Nikon 1 series these later generation sensors are allowing for electronic shutters which can provide potential advantages in high frame rate scenarios which mechanical shutters would not be suitable for.

In some cases a hybrid approach maybe used e.g. a SE product of a few years back which featured xenon only used the mechanical shutter for flash but not other situations, which meant in that case it didn’t provide the following potential advantage….

With mechanical shutters, because the pixels are effectively read all at the same time it overcomes the motion skew effect which can typically occur with CMOS sensors due to the time difference between the first and last pixels being read. As the read time from CMOS sensors is increasing (shorter read times) this is becoming less of an issue in some cases.

Mechanical shutters do require additional space, there are no space advantages to them.

As for dust protection there is some theoretical advantage to them but in practice (at least in my experience) I have seen dust penetration in all cameras, there is a fundamental limit to what can be done to prevent dust penetration.”

Ini video dari Mechanical Shutter ketika mengambil foto…

OIS~ Optical Image Stabilization… mungkin untuk fitur yang satu ini sudah banyak hape yang menggunakannya… tapi taukah anda kalo OIS itu banyak macamnya?? Lumia 920 menggunakan sejenis “spring”… dan Lumia 1020 menggunakan “ball-bearing” yang merupakan OIS generasi kedua menurut Nokia.. itulah kenapa kalo kita goyangin hape nya, seperti ada suara benda di dalamnya.. itu adalah bola kecil OIS tersebut.. pernah bongkar mainan Digivice?? ya seperti itulah…

Kekurangan dari camera Lumia 1020 adalah lamanya proses menyimpan gambar (sekitar 2-3 detik)… So, dont miss your shoot!! kalo gak yakin pas mau ngambil foto, silahkan pake fitur Smart Camera…

*EDIT:
Untuk orang yang berpikir klo Lumia 1020 itu bakal mengambil gambar sebesar 41MP, maka anda salah… 41MP adalah total dari keseluruhan pixel sensor yang terdapat di Lumia 1020… jadi ada 2 mode capture, 16:9 dan 4:3.. klo kita memilih menggunakan 16:9, maka kita akan mendapatkan 7712×4352=33.6MP… sedangkan dengan 4:3, maka akan didapatkan 7136×5360=38.2MP.. jadi 41MP itu adalah total keseluruhan pixel sensor yang ada di hape itu (panjang maksimal X lebar maksimal) yaitu 7712×5360=41.3MP…

Map Lumia 1020….
Hal yang gw suka dari Nokia sejak gw punya Nokia N78 adalah kemampuan Map nya.. lebih bagus dari Google Map klo gw bilang.. dari segi kemudahan interface tuh lebih simple Nokia.. apalagi sekarang ada City Lens dengan teknologi Augmented Reality yang cukup menarik untuk dicoba…

*EDIT:
Ternyata ada 1 kekurangan Map Lumia 1020 yang baru-baru ini gw rasakan… tidak tersedianya offline Map untuk negara Jepang.. ada yang bilang karena terbentur oleh hukum yang berlaku.. ada juga yg bilang karena Windows Phone gak laku disana… wkwkwk.. soalnya orang Jepang sepertinya lebih memilih handphone jenis lipat dan iPhone… tapi hape Nokia N78 gw masih ada loh Japan offline maps nya… wkwkwk

Battery Lumia 1020….
Tak perlu dipungkiri, battery adalah inti dari semua gadget… haha.. dan untuk Lumia 1020 yang hanya 2000mAh,, gw rasa kurang.. terutama kalo aktif terus kamera nya… Xenon Flash tuh menyerap battery sangat cepat… hal ini mungkin bisa sedikit dibantu dengan Camera Grip yang di dalamnya sudah tertanam battery 1020mAh.. lumayan nambah 30%-an lah..

CONCLUSION…..

Kelebihan Lumia 1020…
Beberapa hal yang cukup membuat gw senang selama megang hape ini adalah…
1. Fitur Camera (yang ini jelas lah ya… wkwk)
2. Casing nya keliatan premium, bukan kaya plastik pabrikan sebelah..
3. Cukup “fluid” kinerja multitasking nya..
4. Ringan.. *dibanding XperiaPLAY gw.. wkwk*
5. Aksesoris Camera Grip nya, membuat gw berasa megang kamera dan Lumia gw jadi bisa nangkring di tripod kamera DSLR.. haha

Kekurangan Lumia 1020…
Kekurangan dari hape ini yang gw rasakan adalah…
1. Battery nya yang kurang tahan lama….
2. No Micro SD.. agak ribet klo mau ngambil gambar format DNG yang besarnya 1 file picture itu bisa sampe 50Mb-an..
3. Wireless Charging mesti pake accessory tambahan…
4. Mura Effect AMOLED Screen
5. Proses pengambilan foto yang cukup lama.. loading screen aplikasi camera ataupun saat pemrosesan gambarnya…
6. Micro SIM, buat gw ini adalah suatu kekurangan.. karena nomor gw gak hanya satu dan masih ada yang ukurannya SIM Card model lama… wkwk

udah sih itu aja.. yang lainnya menurut gw masih bisa dimaklumi….

Sekedar cerita gak penting pas beli hape ini……………

Gw lagi buru-buru mau jemput nyokap ke bandara… jadi pas dateng ke konter hape, gw gak buang-buang waktu untuk liat-liat hape lainnya.. langsung gw samperin mas nya untuk nanya ketersediaan stok Lumia 1020.. sampe mas nya nanya balik, “memang udah bener-bener yakin kak mau 1020?”.. mungkin dy heran, karena biasanya orang bakal liat-liat display hape di toko dulu sebelum memilih… wkwkwk.. sebenernya gw sih pengen liat-liat yang lain dulu, walau sebenernya gw sudah memutuskan bakal beli Lumia 1020.. gw sih cuma pengen aja nyoba pegang-pegang hape yang lainnya… tapi karena diburu waktu, ya udah langsung aja..

Pas mas nya bawa barangnya, dan gw cek warna hitam,, langsung gw suruh buka aja… tanpa liat kondisi kemasan.. yang penting masih segel lah menurut gw.. *bener-bener pembeli yang diburu waktu*… setelah dibayar dan dibuka, gw cek fisiknya.. liat kerapihan finishing di pinggir hape nya, kemulusan layarnya dan yang pasti adalah kemulusan lensa kamera nya dan kondisi mechanical shutter nya… tadinya gw mau langsung tes headset, kabel charge, dan cabut dari konter hape… tapi ternyata battery hape nya habis… jadi mesti di charge sekitar 15 menit dulu… hadeeeh..

Secara kebetulan, hape mas konter nya ternyata Lumia.. langsung deh gw tanya-tanya aja tentang Lumia sembari nunggu 15 menit ngecharge buat cek dalem hape nya.. hape gw secara kebetulan masih mendapatkan paket gratis Camera Grip Nokia Lumia 1020.. kata masnya sisa 3 stok promosi nya.. dan cuma tinggal warna putih Camera Grip nya… padahal hape gw warna hitam… tapi ya sudahlah.. gak apa-apa… selama gratisan, apapun itu gw terima.. haha.. kata mas nya, kalo Camera Grip nya sendiri harganya sekitar 1jt-an.. jadi gw masih beruntung dapet gratisan… Setelah ngobrol-ngobrol dan ngecek semuanya, gw langsung masukin hape ke kantong gw… ya gak nyampe setengah jam lah itu gw beli hape… ngejar waktu sih… bahkan belum sempet beli antigores dan casing pelindung nya.. haha

Akhir kata, klo lo mau beli hape dengan kamera, mungkin ini salah satu pilihan yang perlu dipikirkan dari antara banyak pilihan… tapi klo bukan karena kamera, beli yg lain… Android aja lah.. wkwkwk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s